Rabu, 25 Desember 2013
Selasa, 07 Juni 2011
Kisah penyesalan seorang istri yang dicurahkan melalui Facebook. Monggo disimak!
Dari Milist tetangga, moga bermanfaat......
Berikut adalah kisah penyesalan seorang istri yang dicurahkan melalui Facebook. Monggo disimak!
Ketika membuka-buka halaman blog, ada sebuah kisah yang cukup menyentuh hati. Ceritanya tentang pengakuan penyesalan seorang istri yang dituangkannya dalam tulisan di akun Facebook-nya.
Meski kisah ini mungkin sudah lama beredar di dunia maya, namun saya merasa tak ada salahnya untuk mengingat kembali kisah ini. saya berharap nanti, tidak seperti sang istri di kisah ini.
Suamiku kini telah tiada dan penyesalanku yang terus ada. Ini adalah kisah nyata di kehidupanku.
Seorang suami yang kucintai yang kini telah tiada. Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku. Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku. Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.
Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.
Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku, tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.
Tapi kini aku tahu. Semua ucapanku selama ini salah.dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada.
Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya. Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.
Dia berkata, “Setiap kali kami ajak dia makan siang, Mas Anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali, alasannya selalu tak jelas. Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, “aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang, lalu bagaimana aku bisa makan siang.” Saat itu tertegun, aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”
Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.
Teringat akan amarahku pada suamiku,aku selalu mengatakan dia selalu menyibukkan diri pada pekerjaan, tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen-dokumen pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi, “Perusahaan kecil CV. Anwar Sejahtera dibangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV. Anwar Sejahtera, melainkan akan diteruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian, tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin,sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.”
Membaca itu, benar-benar baru kusadari, betapa suamiku menyayangi putraku, betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita. Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, “ Ibu capai? Istirahat dulu saja.”
Dengan kasar kukatakan, “Ya jelas aku capai, semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak,urus cucian, masak, ayah tahunya ya pulang datang bersih.Titik.”
Sungguh,bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari, beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat dibanding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.
Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya, tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku. “Pak kenapa cari klinik yang termurah? Saya rasa bapak bisa berobat di tempat yang lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula?”
Dan suamiku menjawab, “ Tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas.”
Tuhan..Maafkan hamba Tuhan,hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.
Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.
Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.
Banggalah pada suamimu,karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.
Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.
Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.
Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.
Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.
Teruntuk suamiku.
Maafkan aku sayang.
Terlambat sudah kata ini ku ucapkan.
Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.
Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.
Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.
Aku bangga padamu,aku sayang padamu.
Istrimu
Berikut adalah kisah penyesalan seorang istri yang dicurahkan melalui Facebook. Monggo disimak!
Ketika membuka-buka halaman blog, ada sebuah kisah yang cukup menyentuh hati. Ceritanya tentang pengakuan penyesalan seorang istri yang dituangkannya dalam tulisan di akun Facebook-nya.
Meski kisah ini mungkin sudah lama beredar di dunia maya, namun saya merasa tak ada salahnya untuk mengingat kembali kisah ini. saya berharap nanti, tidak seperti sang istri di kisah ini.
Suamiku kini telah tiada dan penyesalanku yang terus ada. Ini adalah kisah nyata di kehidupanku.
Seorang suami yang kucintai yang kini telah tiada. Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku. Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku. Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.
Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.
Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku, tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.
Tapi kini aku tahu. Semua ucapanku selama ini salah.dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada.
Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya. Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.
Dia berkata, “Setiap kali kami ajak dia makan siang, Mas Anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali, alasannya selalu tak jelas. Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, “aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang, lalu bagaimana aku bisa makan siang.” Saat itu tertegun, aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”
Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.
Teringat akan amarahku pada suamiku,aku selalu mengatakan dia selalu menyibukkan diri pada pekerjaan, tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen-dokumen pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi, “Perusahaan kecil CV. Anwar Sejahtera dibangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV. Anwar Sejahtera, melainkan akan diteruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian, tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin,sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.”
Membaca itu, benar-benar baru kusadari, betapa suamiku menyayangi putraku, betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita. Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, “ Ibu capai? Istirahat dulu saja.”
Dengan kasar kukatakan, “Ya jelas aku capai, semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak,urus cucian, masak, ayah tahunya ya pulang datang bersih.Titik.”
Sungguh,bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari, beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat dibanding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.
Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya, tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku. “Pak kenapa cari klinik yang termurah? Saya rasa bapak bisa berobat di tempat yang lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula?”
Dan suamiku menjawab, “ Tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas.”
Tuhan..Maafkan hamba Tuhan,hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.
Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.
Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.
Banggalah pada suamimu,karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.
Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.
Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.
Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.
Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.
Teruntuk suamiku.
Maafkan aku sayang.
Terlambat sudah kata ini ku ucapkan.
Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.
Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.
Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.
Aku bangga padamu,aku sayang padamu.
Istrimu
Rabu, 11 Mei 2011
Seorang ayah meminta anak kecilnya menyingkirkan pohon kecil yang tumbang
Sang anak mengeluh bahwa dia tak mungkin kuat
Ayah memaksa
Anak mencoba, gagal, mengeluh
Ayah memaksa lagi
Anak mencoba lagi, lalu menyerah
Anakku, sudahkah kau gunakan semua kekuatanmu?
Sudah!
Belum. Kamu belum minta tolong ayah
Maka
Jadilah pribadi yang mudah dibantu sesama
dan berdoalah agar engkau mudah dibantu Tuhan.
Ayah memaksa
Anak mencoba, gagal, mengeluh
Ayah memaksa lagi
Anak mencoba lagi, lalu menyerah
Anakku, sudahkah kau gunakan semua kekuatanmu?
Sudah!
Belum. Kamu belum minta tolong ayah
Maka
Jadilah pribadi yang mudah dibantu sesama
dan berdoalah agar engkau mudah dibantu Tuhan.
Hidup Hanya Sekejap.........
Dari Milist Sebalah..
Hidup hanya sekejap, maka:
Hati2 dng PIKIRAN2mu, krn akan menjadi KATA2mu.....
Hati2 dng KATA2mu, krn akan menjadi TINDAKAN2mu....
Hati2 dng TINDAKAN2mu, krn akan menjadi KEBIASAAN2mu....
Hati2 dng KEBIASAAN2mu, krn akan menjadi KARAKTERmu....
Hati2 dng KARAKTERmu, krn akan menjadi KARMAmu.....
Jika tidak hati2 AKIBAT KARMAmu berakhir menyedihkan...
Jadikan hidupmu lbh berarti.
Hidup ini selalu berubah, cintai orang2 disekelilingmu, cintai org2 yg mencintaimu.
Langit tdk selalu biru,
Bunga tdk selalu mekar, dan Mentari tdk selalu bersinar...
Tapi ketahuilah bahwa akan selalu ada pelangi di setiap badai...
Senyum di setiap air mata....
Hikmah di setiap kejadian....
Dan Kebahagiaan di setiap perbuatan baik..
Semoga Anda semua selalu berbahagia
Semoga setiap keluarga hidup dengan bahagia dan damai
Semoga semua makhluk berbahagia dan bebas dari derita
Hidup hanya sekejap, maka:
Hati2 dng PIKIRAN2mu, krn akan menjadi KATA2mu.....
Hati2 dng KATA2mu, krn akan menjadi TINDAKAN2mu....
Hati2 dng TINDAKAN2mu, krn akan menjadi KEBIASAAN2mu....
Hati2 dng KEBIASAAN2mu, krn akan menjadi KARAKTERmu....
Hati2 dng KARAKTERmu, krn akan menjadi KARMAmu.....
Jika tidak hati2 AKIBAT KARMAmu berakhir menyedihkan...
Jadikan hidupmu lbh berarti.
Hidup ini selalu berubah, cintai orang2 disekelilingmu, cintai org2 yg mencintaimu.
Langit tdk selalu biru,
Bunga tdk selalu mekar, dan Mentari tdk selalu bersinar...
Tapi ketahuilah bahwa akan selalu ada pelangi di setiap badai...
Senyum di setiap air mata....
Hikmah di setiap kejadian....
Dan Kebahagiaan di setiap perbuatan baik..
Semoga Anda semua selalu berbahagia
Semoga setiap keluarga hidup dengan bahagia dan damai
Semoga semua makhluk berbahagia dan bebas dari derita
Selasa, 25 Januari 2011
Uang Bukanlah Segalanya...
Dari Milist Tetangga Sebelah!!!
Membeli kebahagiaan dengan "segepok uang", cukupkah ????
Gaji Papa Berapa?
Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta,
tiba di rumahnya pada pukul 9 malam.
Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.
Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga
ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga,
Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-.
Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur.
Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,
sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi..
Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.
"Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak.
Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya,
"Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi.
Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek.
Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa..."
Kesabaran Andrew pun habis.
"Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. I
a pun menengok Sarah di kamar tidurnya.
Anak kesayangannya itu belum tidur.
Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu,
Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah.
Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ?
Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. "
Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam.
Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja.
Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa.
Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi..
karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,-
maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-.
Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000,
makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata.
Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru.
Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini,
tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.
"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"
...Nice story...money is important but certainly not everything.. .
Membeli kebahagiaan dengan "segepok uang", cukupkah ????
Gaji Papa Berapa?
Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta,
tiba di rumahnya pada pukul 9 malam.
Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.
Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga
ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga,
Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-.
Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur.
Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,
sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi..
Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.
"Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak.
Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya,
"Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi.
Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek.
Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa..."
Kesabaran Andrew pun habis.
"Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. I
a pun menengok Sarah di kamar tidurnya.
Anak kesayangannya itu belum tidur.
Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu,
Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah.
Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ?
Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. "
Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam.
Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja.
Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa.
Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi..
karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,-
maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-.
Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000,
makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata.
Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru.
Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini,
tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.
"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"
...Nice story...money is important but certainly not everything.. .
Jumat, 19 November 2010
Arti seorang Istri...
Dari milist tetangga
moga bermanfaat.
4 thn lalu, kecelakaan telah merenggut orang yg kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istriku sekarang di alam surgawi, Dia pasti sedih krn sudah meninggalkan sorang suami yg tdk mampu mengurus rumah dan seorang anak kecil. Begitulah yg kurasakan, krn selama ini aku merasa bahwa aku telah gagal, tdk bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak aku , dan gagal utk menjadi ayah dan ibu utk anak aku . hampir setiap hari, aku harus sgr berangkat ke kantor, sementara anak masih tertidur.
Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya. Krn masih ada sisa nasi, jd aku menggoreng telur utk dia makan. Setelah memberitahu anakku yg masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke kantor. Peran ganda yg kujalani, membuat energiku sangat terkuras. Suatu hari ketika pulang kerja aku merasa sangat lelah. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, kemudian langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, saat merebahkan badan utk tidur sejenak.., tiba2 serasa ada sesuatu yg pecah dan tumpah seperti cairan hangat! kubuka selimut dan..... 1 mangkuk pecah dgn mie instan yg berantakan di seprai dan selimut ! Oh...Tuhan ! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anakku yg sedang gembira bermain, dgn pukulan2 ! Dia menangis, tanpa meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat : "Ayah, tadi aku lapar, tp tdk ada sisa nasi. Tp ayah blm pulang, jd aku masak mie. Aku ingat, ayah pernah mengatakan utk tdk menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas utk memasak mie. 1 utk ayah dan yg 1 lg utk aku .. Krn aku takut mie'nya akan dingin, jd aku menyimpannya di bawah selimut biar tetap hangat sampai ayah pulang. Tp aku lupa utk mengingatkan ayah krn aku sedang bermain ... aku minta maaf ... " Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... aku tdk ingin anakku melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dgn menyalakan shower di kamar mandi utk menutupi suara tangis aku .
Setelah beberapa lama, aku hampiri anakku, memeluknya dgn erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya utk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur. Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan krn rasa sakit di pantatnya, Tp krn dia sedang melihat foto bundanya... 1 thn berlalu, aku mencoba, dalam periode ini, utk memusatkan perhatian dgn memberinya kasih sayang seorang ayah sekaligus seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus TK. Namun... blm lama, aku sudah memukul anakku lg, aku benar-benar menyesal.... Guru TK nya memberitahukan bahwa anakku absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tp ia tdk ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dgn gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dgn pukulan2. Dia diam saja lalu mengatakan, "Aku minta maaf, Ayah".
Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" yg diadakan oleh sekolah, krn yg diundang adalah siswa dgn ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya krn ia tdk punya ibu..... Beberapa hari setelah penghukuman dgn pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu aku, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis.. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya utk berlatih menulis, yg aku yakin, jika istri aku masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat aku bangga juga !
Waktu berlalu dgn begitu cepat, 1 tahun telah lewat. Saat liburan tahun baru.. tiba-tiba kantor pos menelpon. Tp astaga, anakku membuat masalah lg... Mereka marah2 memberitahu bahwa anaku mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun aku sudah berjanji utk tdk pernah memukul anak aku lg, Tp aku tdk bisa menahan diri utk tdk memukulnya, krn aku merasa bahwa anak ini sudah keterlaluan. Tp seperti seblm nya, dia meminta maaf : "Maaf, Ayah..". Tdk ada tambahan satu kata pun utk menjelaskan alasannya melakukan itu. Setelah itu aku pergi ke kantor pos utk mengambil surat-surat tanpa alamat tsb . Sesampai di rumah, dgn marah aku mendorong anak aku ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalag i ini ? Apa yg ada dikepalanya ? Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah :
"Surat-surat itu utk bunda.....". Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. .... Tp aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: "Tp kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama ?" Jawabannya : "Aku telah menulis surat buat bunda sejak dulu, Tp setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tdk dapat memposkan surat-suratku. Tp baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus". Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tdk tahu apa yg harus aku lakukan, dan apa yg harus aku katakan .... Aku bilang pada anakku, "Nak, bunda sudah berada di surga,jd utk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu utk bunda, cukup dgn membakar surat tsb maka surat akan sampai ke bunda.
Setelah mendengar hal ini, anakku jd lebih tenang, dan bisa tidur dgn nyenyak. Aku berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jd aku membawa surat-surat tsb ke luar, Tp .... aku jd penasaran utk tdk membuka surat tsb seblm mereka berubah menjadi abu. Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati aku hancur...... Bunda sayang, Aku sangat merindukanmu ! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di sekolah, dan mengundang semua ibu utk hadir di pertunjukan tsb . Tp bunda tdk ada, jd aku tdk ingin menghadirinya juga. Aku tdk memberitahu ayah tentang hal ini krn aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lg . Saat itu utk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko.
Ayah keliling-keliling mencari aku, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, Tp aku tdk menceritakan alasan yg sebenarnya. Bunda, setiap hari aku melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis dikamarnya. Aku pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat utk kita berdua, aku rasa. Tp bunda, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah Bunda muncul dalam mimpiku sehingga aku dapat melihat wajahmu dan ingat bunda ? Temanku bilang jika kau tertidur dgn foto orang yg kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tsb dalam mimpimu.. Tp Bunda, mengapa engkau tak pernah muncul ? Setelah membaca surat itu, tangisku tdk bisa berhenti krn aku tdk pernah bisa menggantikan kesenjangan yg tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri aku .... Utk para suami, yg telah dianugerahi seorang istri yg baik, yg penuh kasih terhadap anak2mu, selalu berterima kasihlah setiap hari padanya.
Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya utk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu. Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dgn segala kekurangan dan kelebihannya, krn apabila engkau telah kehilangan dia, tdk ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya..
moga bermanfaat.
4 thn lalu, kecelakaan telah merenggut orang yg kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istriku sekarang di alam surgawi, Dia pasti sedih krn sudah meninggalkan sorang suami yg tdk mampu mengurus rumah dan seorang anak kecil. Begitulah yg kurasakan, krn selama ini aku merasa bahwa aku telah gagal, tdk bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak aku , dan gagal utk menjadi ayah dan ibu utk anak aku . hampir setiap hari, aku harus sgr berangkat ke kantor, sementara anak masih tertidur.
Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya. Krn masih ada sisa nasi, jd aku menggoreng telur utk dia makan. Setelah memberitahu anakku yg masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke kantor. Peran ganda yg kujalani, membuat energiku sangat terkuras. Suatu hari ketika pulang kerja aku merasa sangat lelah. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, kemudian langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, saat merebahkan badan utk tidur sejenak.., tiba2 serasa ada sesuatu yg pecah dan tumpah seperti cairan hangat! kubuka selimut dan..... 1 mangkuk pecah dgn mie instan yg berantakan di seprai dan selimut ! Oh...Tuhan ! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anakku yg sedang gembira bermain, dgn pukulan2 ! Dia menangis, tanpa meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat : "Ayah, tadi aku lapar, tp tdk ada sisa nasi. Tp ayah blm pulang, jd aku masak mie. Aku ingat, ayah pernah mengatakan utk tdk menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas utk memasak mie. 1 utk ayah dan yg 1 lg utk aku .. Krn aku takut mie'nya akan dingin, jd aku menyimpannya di bawah selimut biar tetap hangat sampai ayah pulang. Tp aku lupa utk mengingatkan ayah krn aku sedang bermain ... aku minta maaf ... " Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... aku tdk ingin anakku melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dgn menyalakan shower di kamar mandi utk menutupi suara tangis aku .
Setelah beberapa lama, aku hampiri anakku, memeluknya dgn erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya utk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur. Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan krn rasa sakit di pantatnya, Tp krn dia sedang melihat foto bundanya... 1 thn berlalu, aku mencoba, dalam periode ini, utk memusatkan perhatian dgn memberinya kasih sayang seorang ayah sekaligus seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus TK. Namun... blm lama, aku sudah memukul anakku lg, aku benar-benar menyesal.... Guru TK nya memberitahukan bahwa anakku absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tp ia tdk ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dgn gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dgn pukulan2. Dia diam saja lalu mengatakan, "Aku minta maaf, Ayah".
Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" yg diadakan oleh sekolah, krn yg diundang adalah siswa dgn ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya krn ia tdk punya ibu..... Beberapa hari setelah penghukuman dgn pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu aku, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis.. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya utk berlatih menulis, yg aku yakin, jika istri aku masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat aku bangga juga !
Waktu berlalu dgn begitu cepat, 1 tahun telah lewat. Saat liburan tahun baru.. tiba-tiba kantor pos menelpon. Tp astaga, anakku membuat masalah lg... Mereka marah2 memberitahu bahwa anaku mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun aku sudah berjanji utk tdk pernah memukul anak aku lg, Tp aku tdk bisa menahan diri utk tdk memukulnya, krn aku merasa bahwa anak ini sudah keterlaluan. Tp seperti seblm nya, dia meminta maaf : "Maaf, Ayah..". Tdk ada tambahan satu kata pun utk menjelaskan alasannya melakukan itu. Setelah itu aku pergi ke kantor pos utk mengambil surat-surat tanpa alamat tsb . Sesampai di rumah, dgn marah aku mendorong anak aku ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalag i ini ? Apa yg ada dikepalanya ? Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah :
"Surat-surat itu utk bunda.....". Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. .... Tp aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: "Tp kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama ?" Jawabannya : "Aku telah menulis surat buat bunda sejak dulu, Tp setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tdk dapat memposkan surat-suratku. Tp baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus". Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tdk tahu apa yg harus aku lakukan, dan apa yg harus aku katakan .... Aku bilang pada anakku, "Nak, bunda sudah berada di surga,jd utk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu utk bunda, cukup dgn membakar surat tsb maka surat akan sampai ke bunda.
Setelah mendengar hal ini, anakku jd lebih tenang, dan bisa tidur dgn nyenyak. Aku berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jd aku membawa surat-surat tsb ke luar, Tp .... aku jd penasaran utk tdk membuka surat tsb seblm mereka berubah menjadi abu. Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati aku hancur...... Bunda sayang, Aku sangat merindukanmu ! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di sekolah, dan mengundang semua ibu utk hadir di pertunjukan tsb . Tp bunda tdk ada, jd aku tdk ingin menghadirinya juga. Aku tdk memberitahu ayah tentang hal ini krn aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lg . Saat itu utk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko.
Ayah keliling-keliling mencari aku, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, Tp aku tdk menceritakan alasan yg sebenarnya. Bunda, setiap hari aku melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis dikamarnya. Aku pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat utk kita berdua, aku rasa. Tp bunda, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah Bunda muncul dalam mimpiku sehingga aku dapat melihat wajahmu dan ingat bunda ? Temanku bilang jika kau tertidur dgn foto orang yg kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tsb dalam mimpimu.. Tp Bunda, mengapa engkau tak pernah muncul ? Setelah membaca surat itu, tangisku tdk bisa berhenti krn aku tdk pernah bisa menggantikan kesenjangan yg tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri aku .... Utk para suami, yg telah dianugerahi seorang istri yg baik, yg penuh kasih terhadap anak2mu, selalu berterima kasihlah setiap hari padanya.
Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya utk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu. Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dgn segala kekurangan dan kelebihannya, krn apabila engkau telah kehilangan dia, tdk ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya..
Langganan:
Komentar (Atom)







